KISAH KU

 KISAH KU

Hampir sepanjang hidupku, aku telah dikaruniai berbagai pengalaman yang telah

memperkuat diriku, membentuk pribadi sepertiku. Pada awalnya, aku dilahirkan saat

keluargaku dalam kesulitan. Aku tumbuh dalam keluarga sederhana dan kedua orang tuaku

terus memberi tahu anak-anaknya untuk berjuang.

Ayahku tidak pernah berhenti bekerja keras setiap hari, dia kehabisan napas

setelahnya, namun aku tetap melihat kepadanya. Ibu, ibu yang pernah duduk setelahnya, tidur

: mereka berdua ingin anak-anaknya memiliki hal-hal yang baik. Pengalamanku di samping

mereka sepanjang hari membantuku memahami makna ketekunan dan kerja sejak awal

kehidupanku. Misalnya, aku duduk di sekolah dasar berperilaku pasif dan pemalu, aku

canggung dalam situasi baru dan merasa tidak percaya diri.

Namun, aku akhirnya mampu bersosialisasi dan bersikap ramah kepada

teman-temanku. Itulah saat aku merasa diriku sendiri seorang yang percaya diri, sekitar

ketika aku berumur 15 tahun. Aku merasa stress dengan banyak ujian dan ekspektasi orang

tua. aku meminta mereka melindungi dan menjagaku, namun mereka tidak meyakinkanku,

mereka memberitahuku bahwa aku harus melindungi mereka sendiri. Akhirnya aku memiliki

semacam semangat saingan.

Pada tahap SMA, aku sudah mulai merasakan banyak perubahan dalam hidupku. Aku

mulai menemukan minat dan bakat untuk sama jelas memperjelas langkah hidup yang ingin

kardingkankan itu. Dan disitulah aku mulai memahami mimpi dan tujuan hidupku. Tiap

harinya aku sempat berusaha dan merasa dapat melalui hari –hari itu, baik haru hingga rasa

khawatir. Dan aku mulai merasa bahwa mimpi mungkin bisa tercapai jika diperjuangkan so

harusnya mnegeresahkan.

Namun, tidak semuanya berjalan sesuai rencana atau lancar. Banyak sekali kegagalan

yang aku temui, baik sekolah maupun pribadi. Tiap kekalahan selalu menalankan Duka dan

kecewa, tapi aku tidak mau merasakannya lagi. Aku menyadarinya itu semua adalah bagian

dari hidup, dan langkah untuk melangkah lebih tenang. Pada masa kuliah, aku mengagkuti

perkembangan yang lebih rumit.

Di antara kelas saya, saya mulai melihat pentingnya bersosialisasi dan membangun

jaringan. Saya mulai berpartisipasi dalam organisasi dan komunitas, bertemu dengan

orang-orang yang memiliki minat serupa. Saya dapat bekerja dalam tim, menerima kritik, dan

menghormati pendapat orang lain berkat pengalaman akulturasi. Semua ini memberi saya

pandangan baru sehingga saya semakin matang dalam perjalanan hidup saya.

Namun, saat memasuki dunia kerja, saya menghadapi serangkaian tantangan baru.

Stres dan tanggung jawab yang datang dengan pekerjaan membuat saya merasa lelah dan

putus asa terkadang. Tetapi selalu ada gambaran dalam kepala saya tentang tujuan yang

membawa saya sejauh ini setiap kali saya merasa lelah. Saya berusaha untuk tetap semangat

dan berusaha untuk tampil baik.

Sekarang, setelah semua pengalaman dan pelajaran hidup, saya telah sampai pada

pemahaman bahwa segala sesuatu terjadi untuk suatu alasan. Bahwa setiap tantangan atau

setiap kegagalan mengajarkan saya sesuatu yang berharga. Saya semakin memahami

prosesnya, daripada hanya mempertimbangkan tujuan akhir. Hidup itu panjang dan pasti

penuh dengan liku-liku, tetapi ini adalah kesempatan untuk berkembang secara konsisten.

Kisah hidup saya mungkin bukan yang paling mengagumkan, tetapi bagi saya setiap

bagian memiliki nilai tersendiri. Setiap kenangan, setiap pelajaran, setiap tindakan yang

berhasil atau gagal, adalah diri saya. Saya masih dalam perjalanan, menunggu hari esok.

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. kerja sama dengan yang lain sudah fto di ruang tamu dan ruang lingkup yang lebih baik

    BalasHapus
  3. JJ Abrams ga ada yang punya fto pengambilan keputusan yang punya foto

    BalasHapus
  4. udh semua orang yang punya fto pengambilan gambar yang internal

    BalasHapus
  5. oi perkenalkan saya mahasiswa universitas di Amerika

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

PUISI_MUHYIDIN YASIN_25_XI3

RESENSI